Wednesday, 24 October 2012

Kisah Qarun vs Nabi Sulaiman


Sebuah kisah dalam Al-Quran untuk kita berkongi bersama untuk melihat erti kesyukuran... dalam Al-Quran ada mengisahkan tentang Nabi Sulaiman dan juga ada mengisahkan tentang Qarun...
Nabi Sulaiman dan Qarun telah diberi beberapa kenikmatan namun perbezaan antara keduanya ialah Nabi Sulaiman mensyukuri dengan nikmat tersebut, namun Qarun telah membanggakan nikmat yang diberikan dan menikmati kenikmatan dengan secara berlebihan...

“sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa , maka dia berlaku aniaya terhadap mereka dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kucinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat…”
[Al-Qashash : 76]

Qarun berkata, “sesungguhnya aku hanya diberi harta itu kerana ilmu yang ada padaku. Dan apakah dia tidak mengetahui bahawasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.”
[Al-Qashash : 78]

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, “moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keuntungan yang besar.”
[Al-Qashash : 79]

Maka kami benamkan Qarun berserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah dia termasuk orang-orang membela. Dan jadilah orang-orang yang kelmarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata, “aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyepitkannya kalau Allah tidak melimpahkan kurniaNya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita. Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang meningkari.”
[Al-Qashash : 81 – 82]

Melalui kisah dari ayat Al-Quran (Al-Qashash : 76), Qarun telah diberikan kekayaan... namun Qarun terlalu bangga dengan kekayaan yang diberi sehingga menyebabkan Qarun riak dengan nikmat yang diterima (Al-Qashash : 78)... kerana riak dengan kelebihan yang dinikmati, Qarun menunjuk-nunjuk kekayaannya kepada masyarakat sekeliling, menjadi masyarakat disekitarnya mencemburui nikmat yang dinikmati Qarun (Al-Qashash : 79)... namun disebabkan sikap Qarun yang riak, berbangga dan bermegah dengan kekayaan maka Allah telah membalasnya sehingga tiada siapa ingin membantunya (Al-Qashash : 81)... daripada kisah Qarun, masyarakat disekitarnya sedar akan kekuasaan Allah (Al-Qashash : 82) mari kita renung ayat 82 dari surah Al-Qashash :

“.... aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyepitkannya kalau Allah tidak melimpahkan kurniaNya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita. Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang meningkari.”

Dari ayat nie, Allah berhak atas segala nikmat yang diberinya... DIA boleh memberi, DIA juga boleh mengambilnya... jika kita tidak mensyukuri, maka hak Allah juga untuk membalasnya... janganlah kita terlalu bangga dengan nikmat yang diberi, bersyukurlah dan bersederhanalah... seperti Nabi Sulaiman, Nabi Sulaiman telah diberi nikmat yang sangat hebat malah lebih hebat dari Qarun namun Nabi Sulaiman mensyukuri nikmat yang diberi (An-Naml : 40)... malah Nabi Sulaiman sentiasa mengharap redha Allah SWT (An-Naml : 19)...

“maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa kerana (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia (Sulaiman) berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hamba yang soleh.”
[An-Naml : 19]

“ seorang yang mempunyai ilmu dari kitab berkata, “aku akan membawa singgahsana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgahsana itu terletak di hadapanya, dia (Sulaiman) pun berkata, “ini termasuk dalam kurnia Tuhanku untuk mencuba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari. Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
[An-Naml : 40]

Allah Maha Mulia, Dia akan memuliakan hambaNya yang bersyukur dan tidak riak serta tidak menyombong... Allah memberitahu dalam kitabNya surah Al-Qashash ayat 83 :

“Negeri akhirat itu kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombong diri dan tidak membuat kerosakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.”

Mudah-mudahan kita mempunyai kesudahan yang baik di akhirat kelak iaitu ke SyurgaNya

Wallahu’alam... Allah lebih mengetahui...


SyurgaHati : indahnya Al-Quran jika kita tahu maksud ayat Al-Quran tersebut... SubhanAllah... moga kita menjadi hamba yang bersyukur dan sentiasa mengharap redhaNya... bersyukur membuat kita menghargai sebuah nikmat walaupun nikmat itu kecil... dengan bersyukur, InsyaAllah... kita punya kesudahan yang baik seperti dalam ayat 83 surah Al-Qashash... subhanAllah...

No comments:

Post a Comment